Berhenti Menjadi Korban (Revisi)

Ada saat ketika aku mengira
setiap yang kupeluk akan abadi.

Dunia:
Rupanya, selalu menyiapkan langkah
di balik gemerisik rahasia yang belum pernah menjangkau tepi pengetahuanku.

Di telapak tangan
ada garis-garis yang semakin dalam
Sebab aku menahan sesuatu
yang sejak lama memohon untuk dibiarkan luruh.

Malam datang
dengan bau teduh,
menyampaikan bahwa kehilangan
tak pernah benar-benar merampas apa pun, kecuali memindahkan beban
ke tempat yang lebih siap menampungnya.

Perlahan, harapku mencair
seperti embun berserah diri pada matahari;
penyesalan pun beterbangan,
menjadi serpih angin; tak memerlukan petunjuk.

Aku berhenti menjadikan diri
sebagai korban dari apa yang sudah lewat;
setiap detik yang jatuh
menghapus bayangan-bayangan
yang dulu kukira bagian hidup.

Dan ketika genggaman itu akhirnya kulepas,
ruang kosong yang tertinggal
tidak menyerangku lagi;
Justru membuka sejenis jalan pulang—
tempat seluruh beban menjadi ringan,
menjadi jernih.

Menjadi manusia yang tak lagi takut
pada bentuk baru kehidupan.

Di sana, di waktu yang tenang itu,
Aku bertumbuh.

Seperti rumput tidak memaksa dunia berpihak;
Selalu tahu, semesta punya alasan membuatnya bertahan.

____
Karya: Sarah Bneiismael 
November 25, 2025
Revisi: Maret 28, 2026

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Daftar Isi Karya Sarah Bneiismael

Suara yang tenggelam

DIA ADALAH; SANG NOL (Untuk yang menulis iman dalam rumus dan menghapus luka dengan logika)