PATINA

Cahaya secuil
menyulut musim misuh;
senyum diseret
sendu sabda semu.
 
Saat serbuk karat menggerogoti:
hening hiruk,
dingin membara,
tenang tegang.
 
Lidah: palu gelisah—
riwayat dipalu menyatu pelat percakapan;
paku demi paku dihantam:
dentum dendam.
 
Rapuh menginjak rapuh—
ritus ringkih riuh;
pikiran cacat,
akal sehat luruh.
 
Palu berayun,
pelat tunduk—
telinga dungu
menadah suara disangka petuah.
 
Ketahuilah:
logam tua memelihara hukum kekal—
paku tak pernah menegakkan baja,
palu tak pernah memuliakan besi.
 
Sesungguhnya karat
menyimpan rahasia getir:

Jangan menyangka badai mampu mematahkan besi kecuali telah terlapis
oleh serpih halus
yang disangka emas.
 
Begitulah patina.
 
 
 _________
Karya: Sarah Bneiismael 
Bondowoso, 6 Maret 2026

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Daftar Isi Karya Sarah Bneiismael

Suara yang tenggelam

DIA ADALAH; SANG NOL (Untuk yang menulis iman dalam rumus dan menghapus luka dengan logika)