Tetap melangkah, jangan menyerah

Suatu waktu muncul pertanyaan di dalam diri: "Apa yang sebenarnya tidak bisa kulakukan dalam hidup ini?"
 
Pertanyaan itu membuat pandangan berbalik ke belakang. Jalan yang telah dilewati ternyata panjang. Banyak beban pernah datang, banyak persoalan pernah singgah. Sebagian terasa berat saat dijalani, namun waktu membawanya pergi seperti musim yang silih berganti.
 
Langkah demi langkah terbentuk tanpa banyak sandaran.
Masalah datang, dihadapi.
Kesulitan muncul, dilalui.
Semua berjalan begitu saja, seperti hari-hari yang tampak biasa namun menyimpan banyak pergulatan.
 
Tanpa banyak disadari, perjalanan perlahan membentuk sesuatu.
Seperti air yang terus menyentuh batu hingga mengubah bentuknya, pengalaman menegaskan ketahanan.
Seperti pohon yang sering disentuh angin, akar kian menancap dalam pada tanah.
 
Lalu aku menyadari.
Banyak hal yang dahulu terasa sulit ternyata dapat dilewati.
 
Barangkali kamu juga sedang berada di jalan yang serupa—menjalani hari dengan beban yang tak selalu terlihat, memikul persoalan yang tak selalu sempat diceritakan.

Ketika langkah terasa berat, ingatlah bahwa setiap langkah yang tetap diambil, sekecil apa pun, sedang menambah kekuatan yang belum tentu langsung terasa.
 
Seperti malam yang perlahan memberi jalan untuk pagi, kesulitan pun akan berlalu pada waktunya.
Ingatlah!
Waktu terus bergerak, dan langkah yang tidak berhenti selalu menemukan arahnya.
 
Untuk kamu yang sedang berada di masa sulit: jangan menyerah. Tetaplah melangkah.
 
Percayalah, ketahanan sedang tumbuh di dalam dirimu.
 
Dan hari yang lebih terang akan datang, menunggu di depan langkah yang tidak berhenti. ✨
 
 _____
Ditulis oleh: Sarah Bneiismael 
Bondowoso, 9 Maret 2026
....
Join di saluran WhatsApp agar mendapat update setiap hari dan akses lebih mudah, salin link berikut di WhatsApp:
Ikuti saluran Codex of Silence | Sarah Bneiismael di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb7NqVxD8SE7l48gzY13

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Daftar Isi Karya Sarah Bneiismael

Suara yang tenggelam

DIA ADALAH; SANG NOL (Untuk yang menulis iman dalam rumus dan menghapus luka dengan logika)