Hening catatan langit
Ada saat ketika hati ingin menyerah, namun tetap menyimpan seutas hangat yang tak hilang meski disentuh sepi. Dalam hening semacam itu, kita duduk bersama angan Membiarkan malam merawat gelisah. Angin datang perlahan, membawa isyarat. mungkin dari doa yang terlupa, Atau dari rahmat yang selalu mendahului permintaan. Ada sinar lembut yang menyentuh nurani, serupa kasih yang turun diam-diam: Menjadi pelipur dan menenangkan. Dulu, kita menyangka pasrah adalah kekuatan besar; padahal ia belai lembut yang tumbuh dari relung terdalam. Mencari jalannya sendiri tanpa memaksa jiwa menjadi lebih tabah dari kemampuan. Ia datang seperti pelukan gaib yang membuat kita berhenti melawan diri sendiri. Setiap air mata adalah harapan untuk jiwa yang tak sanggup bertutur dalam doa. Dan langit tetap mencatatnya. Dan betapa indahnya mengetahui: Resah paling kecil yang kita sembunyikan di balik nurani pun tetap diterima. sebagai bagian dari perjalanan kembali kepada-Nya. “Ya Allah, jika hanya ter...