Yang miring selalu tergiring
Ada yang menyebut itu strategi; padahal, lebih tepat disebut jalan pintas bagi mereka yang alergi pada kemampuan. Ketika daya saing tidak cukup kuat berdiri sendiri, pengaruh dijadikan tongkat. Opini digiring, reputasi dipelintir, dan nama baik diperlakukan seperti segenggam koin receh yang dilempar; Berantakan, Berisik. Cara ini memang efisien: tidak perlu belajar lebih jauh, tidak perlu diuji secara terbuka. Cukup rajin bercerita, dan berharap orang lain cacat logika. Persaingan sehat menuntut keberanian untuk kalah dan kapasitas untuk menang. Menggiring kebencian justru menyingkap kepanikan menghadapi perbandingan yang jujur. Ketika kemampuan ragu tampil, cerita naik panggung menggantikan prestasi. Namun cerita tidak hidup sendirian; cerita memerlukan penonton—dan sialnya, selalu ada yang bersedia. Mereka yang menelan tudingan tanpa klarifikasi, yang mengulang kabar tanpa koreksi; sering merasa netral, padahal sedang menjadi perpanjangan tangan kebodohan. ...